Kabar dunia game · 11 Sep 2026 · patch

The Blood of Dawnwalker baru seminggu udah 1 juta kopi, dan Rebel Wolves ngebut ngeluarin hotfix 1.0.4 sama 1.0.5. Mod Bahasa Indonesia-nya? Udah ada

Dua hotfix dalam dua hari: 1.0.4 nambal quest yang macet plus bug nggak bisa save, 1.0.5 ngurusin stutter. Di hari yang sama game-nya diumumin tembus 1 juta kopi. Ini kenapa kamu harus nyobain, dan apa artinya buat yang udah pasang mod Loka.

The Blood of Dawnwalker baru seminggu udah 1 juta kopi, dan Rebel Wolves ngebut ngeluarin hotfix 1.0.4 sama 1.0.5. Mod Bahasa Indonesia-nya? Udah ada

Oke, jadi The Blood of Dawnwalker ini baru seminggu nongol di Steam dan udah dapet empat hotfix. Dua yang terbaru keluar barengan minggu ini. Hotfix 1.0.4 tanggal 9 September 2026 nambal setumpuk quest yang bisa bikin kamu nyangkut, bug yang bikin game nggak bisa di-save (iya, serius), dan FPS drop kalau pakai controller dengan software GameInput jadul. Besoknya, 10 September, Hotfix 1.0.5 nyusul dengan satu perubahan doang: pipeline kompilasi shader dibenerin, yang kata Rebel Wolves bisa ngilangin stutter di sebagian PC. Dan di hari yang sama dengan 1.0.4, mereka ngumumin game ini udah kejual lebih dari 1 juta kopi. Belum genap seminggu sejak rilis 3 September waktu Indonesia. Gila sih.

The Blood of Dawnwalker itu game apaan?

Singkatnya: RPG dunia terbuka bikinan Rebel Wolves, studio Warsawa yang didiriin Konrad Tomaszkiewicz, orang yang dulu nyutradarain The Witcher 3. Jadi kalau kamu nanya "ini rasanya kayak Witcher nggak?", jawabannya: DNA-nya iya, tapi mainnya beda. Diterbitin Bandai Namco, jalan di Unreal Engine 5, harga Steam Rp 899.000. Latarnya Vale Sangora, lembah fiktif di Pegunungan Carpathia abad ke-14 yang udah dikuasai vampir. Kamu jadi Coen, anak petani yang berubah jadi Dawnwalker: siang manusia, malam vampir. Keluarganya diculik Brencis, vampir tua yang megang lembah itu, dan kamu punya 30 hari di dalam game buat ngerebut mereka balik.

Nah, 30 hari itu yang bikin game ini beda dari RPG open world lain. Waktunya nggak jalan pas kamu keliling atau berantem. Waktu cuma maju kalau kamu ngambil tindakan yang ngubah cerita: nerima quest tertentu, nyelesaiin, atau milih satu jalan dan nutup jalan lain. Jadi tiap keputusan berasa mahal. Kamu nggak bisa nyapu semua side quest dulu baru ngurusin cerita utama kayak kebiasaan di Witcher 3. Harus milih mana yang layak dihabisin harinya. Jujur, awalnya bikin gelisah, tapi lama-lama justru itu yang bikin nagih.

Siang sama malam juga bukan cuma soal pencahayaan. Siang, Coen berantem pakai pedang dengan sistem tebas berarah, jadi kamu harus baca posisi lawan. Malam, dia jadi vampir: manjat tembok, ngisep darah, punya kemampuan yang nggak masuk akal buat manusia, tapi ada rasa haus darah yang harus terus dijaga. Banyak quest punya dua cara selesai tergantung kamu dateng siang atau malam, dan orang-orang di lembah itu inget cara Coen nyelesaiin sesuatu. Metacritic versi PC-nya 84, dan pujian paling gede dari reviewer jatuh ke tulisannya. Kalau kamu suka Witcher 3 karena ceritanya (bukan karena petanya gede), ini buat kamu. Pendapat pribadi: ini game vampir paling serius yang ada sekarang, nol vibe Twilight.

Yang dibenerin di hotfix 1.0.4 dan 1.0.5

Daftar 1.0.4 panjang, dan hampir semuanya soal quest yang bisa bikin kamu kejebak. Coen nggak lagi kekunci di gua pas quest Deep Down. On the Run nggak lagi loading tanpa ujung. Salah satu solusi di Hive and Seek nggak lagi kelar duluan sebelum waktunya. Smoke and Ashes sekarang nggak maksa kamu meriksa kain lap. The Heart Wants What It Wants udah dibersihin dari blocker-nya. Ada juga fix buat tutorial yang macet kalau Voracious Bite dipakai kecepetan, Coen yang bisa kejebak di dalam rumah tertentu, NPC mati yang masih bisa ngajak ngobrol, dan blocking yang tiba-tiba mati. Yang paling penting buat semua orang: bug nggak bisa save udah beres, dan obor nggak lagi membesar tanpa batas (iya, itu bug beneran, dan lucu sih).

1.0.5 lebih pendek tapi mungkin lebih kerasa: pipeline kompilasi shader dibenerin. Stutter itu keluhan paling rame di forum Steam sejak hari pertama, jadi kalau kamu sempet nyerah gara-gara game-nya patah-patah, sekarang saatnya coba lagi. Rebel Wolves bilang perbaikan bakal terus jalan, dan liat ritmenya (empat hotfix dalam delapan hari), itu bukan omongan doang.

Main The Blood of Dawnwalker dalam Bahasa Indonesia

Game ini dukung 15 bahasa, dan Indonesia nggak termasuk. Padahal ini game yang nyawanya di dialog: 53 ribu lebih baris teks, dari obrolan sama keluarga Coen sampai catatan-catatan kecil yang ngejelasin siapa Brencis sebenernya. Main pakai teks Inggris sambil ngejar deadline 30 hari itu capek, soalnya kamu nggak bisa asal skip dialog kalau nggak mau salah pilih. Mod Bahasa Indonesia The Blood of Dawnwalker dari Loka nerjemahin semua teksnya, dengan nama skill, item, sama lokasi tetap Inggris biar kamu masih bisa nyari panduan di wiki.

Buat yang udah pasang mod Loka: mod-nya dipasang sebagai berkas tambahan di folder Paks game, bukan nimpa berkas asli, jadi hotfix 1.0.4 dan 1.0.5 nggak ngehapus apa-apa. Kami udah cek catatan patch dua-duanya dan nggak ada teks baru yang disebut. Kalau pas kami tes nemu baris yang berubah, versi barunya keluar lewat halaman Koleksi Saya, gratis. Kalau kamu belum update Steam, update aja, dua hotfix ini layak diambil.

BACA JUGA

Tulisan lain yang berkaitan.

Butuh bantuan? Chat kami via Discord atau email, kami siap bantu.