Kabar dunia game · 19 Sep 2026 · kalender

Tenebris Somnia rilis 16 Oktober, horor pixel retro yang nyelipin cutscene live-action beneran. Belum ada Bahasa Indonesia-nya, dan belum masuk antrean kami

Saibot Studios dan New Blood Interactive ngeluarin Tenebris Somnia tanggal 16 Oktober 2026, survival horror pixel-art ala Silent Hill klasik yang nyelipin cutscene live-action pake aktor sungguhan. Ceritanya soal Julia yang nyari mantan pacarnya dan malah kesasar ke dimensi lain penuh monster.

Tenebris Somnia rilis 16 Oktober, horor pixel retro yang nyelipin cutscene live-action beneran. Belum ada Bahasa Indonesia-nya, dan belum masuk antrean kami

Tenebris Somnia rilis 16 Oktober 2026 di Steam untuk PC, barengan PS5, Xbox Series, Nintendo Switch, dan Switch 2. Game ini digarap Saibot Studios asal Argentina bareng sutradara Andrés Borghi, diterbitin New Blood Interactive, nama yang udah dikenal lewat game-game indie dengan gaya berani kayak Dusk dan Ultrakill. Yang bikin Tenebris Somnia langsung kelihatan beda dari horor pixel-art kebanyakan: game ini nyelipin cutscene live-action beneran, pake aktor sungguhan dan efek praktis, di titik-titik kunci ceritanya. Belum ada kepastian soal bahasa yang didukung resmi pas rilis, dan dari daftar bahasa yang kelihatan di halaman Steam-nya sekarang, Bahasa Indonesia belum masuk.

Ceritanya soal apa, dan kenapa gaya visualnya nyeleneh

Kamu main sebagai Julia, cewek yang tiap malam diteror mimpi buruk soal kematian mantan pacarnya, Iván. Suatu hari dia mutusin dateng ke rumah Iván buat mastiin dia baik-baik aja, tapi yang dia temuin malah rumah kosong yang aneh, dan dari situ Julia kejebak masuk ke semacam dimensi paralel yang dipenuhi makhluk-makhluk mengerikan yang ngejar dia terus-terusan. Premis ini kedengeran simpel, tapi cara game ini nyeritainnya yang bikin beda: dunia dalam game digambar dengan gaya pixel-art retro era 8-bit atau 16-bit, mirip nostalgia game horor jadul, tapi begitu masuk momen-momen penting cerita, layar berpindah ke rekaman live-action sungguhan dengan aktor asli (salah satunya Clara Kovacik yang meranin Julia), diproduksi tim film profesional asal Argentina. Kombinasi ini yang bikin Tenebris Somnia gampang dibanding-bandingin sama Silent Hill atau Resident Evil klasik, tapi rasanya tetep unik karena kontras antara dunia pixel yang kelihatan 'aman' dan potongan live-action yang tiba-tiba nyelip, bikin kamu nggak pernah bener-bener nyaman.

Dari sisi gameplay, ini survival horror adventure yang fokus ke eksplorasi, pemecahan teka-teki, dan pertarungan lawan makhluk-makhluk aneh yang muncul di dunia paralel itu. Nggak banyak detail teknis soal combat atau resource management yang dibagikan sejauh ini, tapi dari beberapa preview yang udah nyoba build awalnya, tensinya lebih banyak dibangun dari atmosfer, rumah-rumah kosong, jalanan gelap, dan rasa nggak tahu apa yang nunggu di baliknya, ketimbang aksi cepat. Game ini juga udah lumayan lama digarap, mulai dari konsep pertengahan 2022, demo pertama tahun 2023, sampai tampil di beberapa acara indie kayak BitSummit dan EVA di Argentina. Cocok buat kamu yang suka horor psikologis dengan cerita yang bikin mikir, apalagi kalau kamu penggemar berat estetika horor retro dan pengen ngerasain sesuatu yang beda dari formula jumpscare 3D yang sekarang lagi rame.

Kenapa game ini masuk radar kami

Tenebris Somnia belum pernah kami bahas sebelumnya, dan rilisnya pas banget masuk jendela 30 hari ke depan, deket-deket sama beberapa judul horor lain yang lagi jadi fokus tim Loka kayak SILENT HILL: Townfall dan CONTROL Resonant. Game indie sekelas ini emang jarang dapet sorotan besar dibanding rilis AAA, tapi kombinasi gaya visual yang nyeleneh dan pendekatan naratif yang berani bikin dia layak dipantau, terutama buat kamu yang suka nyari game horor di luar radar mainstream sebelum rame duluan.

Main dalam Bahasa Indonesia: belum ada, dan belum diputusin

Game horor naratif kayak gini biasanya berat di teks: dialog Julia, catatan-catatan yang tersebar di dunia paralelnya, sampai penjelasan pelan-pelan soal apa yang sebenarnya terjadi sama Iván. Untuk sekarang, Tenebris Somnia belum masuk katalog mod Loka maupun daftar antrean kami, dan bahasa yang didukung resmi pas rilis juga belum jelas bakal ada Bahasa Indonesia atau nggak. Kalau kamu udah nyobain mod horor Loka lain kayak SILENT HILL: Townfall atau Resonance: A Plague Tale Legacy dan suka sama gaya ceritanya, game ini layak kamu tandain buat dipantau, tapi soal terjemahannya sendiri masih nunggu keputusan tim kami. Kami bakal update halaman Kabar ini kalau ada perkembangan lebih lanjut.

BACA JUGA

Tulisan lain yang berkaitan.

Butuh bantuan? Chat kami via Discord atau email, kami siap bantu.