Onimusha: Way of the Sword rilis 4 September 2026, dan Capcom ngumumin game ini udah kejual lebih dari 1 juta kopi di hari peluncurannya. Bukan seminggu. Hari pertama. Buat seri yang terakhir dapet game baru 20 tahun lalu, itu sambutan yang lumayan gila. Tanggal rilisnya sendiri sempet dimajuin: awalnya 25 September, terus Capcom bilang demo-nya disambut hangat banget dan mereka mau ngeluarin lebih cepet. Di Steam Indonesia harganya Rp 910.000, jalan di RE Engine, ada di PC, PS5, Xbox Series, sama Switch 2.
Onimusha: Way of the Sword itu game apaan?
Action samurai dengan bumbu horor fantasi. Latarnya Kyoto zaman Edo, tapi Kyoto yang udah ketutup awan hitam bernama Malice, dan dari situ keluar Genma, makhluk-makhluk dari neraka yang bikin ibu kota kacau. Kamu main sebagai Miyamoto Musashi, pendekar muda yang dateng ke Kyoto buat buktiin nggak ada yang bisa ngalahin dia dalam ilmu pedang. Terus jalannya belok ke arah yang dia nggak sangka: dia dapet Oni Gauntlet, sarung tangan mistis yang ngasih kekuatan buat nebas Genma dan nyerap jiwa mereka jadi tenaga. Dan ada suara yang ngomong dari dalam gauntlet itu. Siapa dia, itu bagian dari ceritanya.
Satu detail yang bikin game ini beda dari yang lain: wajah Musashi diambil dari Toshiro Mifune, legenda film samurai Jepang yang udah meninggal, lewat kerja sama resmi. Jadi tiap kali Musashi ngelirik musuh sebelum nebas, itu muka Mifune. Buat yang pernah nonton Seven Samurai atau Yojimbo, ini kayak ngeliat idola dikasih pedang lagi. Buat yang belum, percaya aja, mukanya berasa punya bobot.
Combat-nya yang jadi jualan. Ini bukan hack-and-slash yang asal pencet, dan bukan juga soulslike yang nyiksa. Rasanya lebih ke duel: baca gerakan lawan, tangkis di waktu yang pas, terus bales dengan tebasan yang berasa berat. Lawannya bukan cuma Genma, tapi juga pendekar-pendekar yang ilmu pedangnya setara Musashi, dan duel sama mereka itu momen terbaik game ini. Kyoto-nya sendiri dibangun dari tempat nyata kayak Kiyomizu-dera, terus dipelintir Malice jadi seram dan asing. Metacritic versi PC-nya 83. Tim Loka, yang ngerjain mod-nya dan udah main sendiri, bilangnya simpel: ini game bagus banget. Kami setuju.
Kenapa 1 juta di hari pertama itu penting
Onimusha dulu seri besar Capcom di era PS2, terus tidur panjang sejak Dawn of Dreams tahun 2006. Angka 1 juta di hari pertama artinya Capcom bakal serius ngurusin seri ini lagi, dan buat kita yang main di PC, itu artinya patch, dukungan, dan kemungkinan konten baru bakal dateng. Yang pre-order digital dapet bonus Early Adopter yang masih dibuka sampai 25 September 2026 (waktu Amerika), jadi kalau kamu belum beli tapi udah niat, batasnya di situ. Demo-nya juga masih ada di Steam, dan save dari demo ngasih bonus di game penuh.
Main Onimusha: Way of the Sword dalam Bahasa Indonesia
Game ini dukung 14 bahasa, dari Inggris, Jepang, sampai Arab, dan Indonesia nggak termasuk. Ceritanya sendiri nggak ribet, tapi yang bikin dunianya hidup itu detail kecil: obrolan Musashi sama suara di gauntlet, catatan yang kececer di Kyoto, deskripsi tiap senjata dan kemampuan, plus menu dan tutorial yang ngejelasin sistem duelnya. Kalau itu semua lewat setengah paham, kamu cuma dapet game tebas-tebasan yang bagus, bukan cerita samurai yang utuh. Mod Bahasa Indonesia Onimusha: Way of the Sword dari Loka nerjemahin seluruh teksnya, termasuk menu dan settings, dengan nama skill dan item tetap Inggris biar kamu masih bisa nyari panduan di wiki. Dibikin dan diuji di versi game 01.000.001, rilis 10 September, harga Rp 24.900.
Buat yang udah beli: tiap kali Capcom ngeluarin patch, kami cek lagi mod-nya, dan kalau ada yang perlu disesuaiin, versi barunya keluar lewat halaman Koleksi Saya, gratis. Buat yang masih nimbang-nimbang game-nya: demo-nya gratis, coba dulu satu duel, terus kamu bakal ngerti kenapa 1 juta orang beli di hari pertama.



