Sehari sebelum Graveyard Keeper 2 rilis global 22 September 2026, embargo reviewnya dibuka dan hasilnya kebelah cukup jelas. Metacritic nyatet Metascore 71 alias 'Mixed or Average' dari tujuh kritikus yang udah masuk per hari ini, dengan skor tersebar dari 40 sampai 85. Bandingannya, game pertamanya cuma dapet 65 di OpenCritic waktu itu, jadi di atas kertas sekuel ini emang naik kelas, meski nggak ada yang nyebut game ini sempurna.
Graveyard Keeper 2, buat yang belum sempet baca kabar sebelumnya
Kalau kamu ketinggalan, singkatnya: ini sekuel dari Graveyard Keeper (2018), game simulasi kuburan bikinan Lazy Bear Games yang terkenal karena humornya gelap dan sistem produksinya yang dalem, mirip Stardew Valley tapi kamu nggak keberatan jual daging mayat. Menurut nettosgameroom, di sekuel ini ceritanya lebih nyeleneh lagi: si Keeper kepecah jadi dua wujud, dan kamu main sebagai salinan kedua yang dipenjara Inkuisisi terus kudu nyelametin dunia dari wabah zombi. Fondasi lama tetep ada (kubur mayat, dagang, bertani), tapi ditumpuk tiga hal baru: pekerja zombi buat otomasi lewat mesin dan conveyor belt, pertempuran ala rebut-markas lawan gerombolan zombi lengkap sama menara panah dan barikade, dan kota yang sekarang beneran bisa dibangun ulang.
Review dari AIPT (skor 8,6 dari 10, di luar hitungan Metacritic karena beda platform pelaporan) nyebut ini 'upgrade masif dari game pertama yang udah bagus', muji NPC-nya yang lucu dan questline yang saling nyambung, dan bilang otomasi zombi bikin dia ketagihan kayak lagi main Satisfactory. DualShockers (85) nyebut ceritanya 'fenomenal'. GameSpew (80) muji sistem crafting-nya yang kompleks dan berlapis, dan gampang memaafkan kerumitannya karena karakternya nyenengin. Gameliner (80) nyorotin kalau Lazy Bear beneran dengerin keluhan komunitas: gerakan karakter dipercepat, ada fast travel, dan voice acting ditambahin biar nggak monoton.
Yang bikin kritikus kebelah: grind
Di sisi lain, keluhan yang paling sering muncul justru soal hal yang dari dulu jadi ciri khas seri ini: grind. Shacknews (70) bilang game ini 'kayak simulator kerja yang bingung sendiri mau jadi apa, tapi santai aja nyuruh pemain grinding sampai rodanya copot', dan ngerasa motivasi buat lanjut main abis grind awal jadi tipis. IGN Portugal (70) sama SteamDeckHQ (70) masih positif secara keseluruhan, tapi kompak nyebut beban tugas yang numpuk. Yang paling pedes The Wand Report, cuma kasih 40, bilang game ini 'penuh grind yang nggak perlu' dan malah 'memperbesar' masalah dari game pertama alih-alih ngebenerinnya. AIPT sendiri, walau kasih skor tinggi, ngingetin game ini bisa 'menghukum buat yang gampang teralihkan' saking numpuknya hal yang bisa dikerjain.
Jadi kesimpulannya: kalau kamu penggemar game pertama yang emang udah cocok sama ritme lambat dan sistem produksi yang njelimet, sekuel ini kedengeran kayak versi yang lebih ramah lewat fast travel dan voice acting, tapi tetep minta kamu sabar ngatur banyak hal sekaligus. Kalau kamu gampang bosen sama loop 'kumpulin bahan, olah, ulangi', beberapa reviewer nyaranin pikir dua kali dulu. Harga di Steam Indonesia Rp 171.999, lagi diskon 20 persen dari Rp 214.999 buat pre-order.
Main Graveyard Keeper 2 dalam Bahasa Indonesia
Serinya ini separuh isinya teks: dialog NPC yang panjang dan bercanda terus, deskripsi ratusan item dan resep, sampai quest yang petunjuknya sering nyempil di obrolan. Dari sebelas bahasa yang didukung, Indonesia belum termasuk, dan skor review yang kebelah ini justru nunjukin kenapa ngerti tiap dialog itu penting: humor gelap dan detail cerita yang dipuji beberapa reviewer gampang lewat kalau kamu cuma ngejar progress sambil skip teks.
Graveyard Keeper 2 masih di daftar mod selanjutnya Loka, statusnya Persiapan. Kami udah mulai bedah teksnya dari demo yang rilis 14 September, dan begitu game penuhnya turun besok, prosesnya lanjut ke berkas final. Tanggal rilis mod Bahasa Indonesia-nya belum kami umumin, dan nggak bakal kami umumin sebelum yakin. Pantau halaman Kabar ini atau Discord Loka buat update-nya.



